Mamuju, Sulbarkita.com -- Petani Durian asal Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Andi Mappauda mengaku dihubungi sejumlah pengusaha dari Negara Korea Selatan, Malaysia dan China. Menurutnya, investor tersebut tertarik dengan program budidaya Durian berjenis Musang King yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar).
“Banyak (Investor Asing) yang menghubungi saya pak. Mencari lahan di Sulbar khususnya di Polman. Menanyakan kebenaran berita program Pemprov Sulbar (Budidaya Durian Musang King),” kata Mappauda kepada Pj. Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin saat bertemu di acara soft launching Dermaga Sandeq Nusantara, Mamuju, Selasa, 11 Februari 2025.
Menurut Mappauda, dirinya telah menjelaskan program budidaya Durian Musang King kepada para investor itu. Dia juga mengabarkan bahwa kelompok petani durian dari Kecamatan Bulo, Polman giliran pertama mendapat bantuan bibit Durian Musang King dari Pemprov Sulbar pada akhir 2024 lalu. “Ada yang mau bangun storage durian di Polman. Terutama investor dari Korea yang cari lahan. Saya bilang, ada. Silahkan komunikasi,” ucapnya.
Menanggapi kabar itu, Pj. Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin mengatakan pihaknya memang getol mendorong penanaman massal Durian Musang King. Itu dilakukan karena potensi lahan di Sulbar layak menjadi produsen durian asal Negara Malaysia tersebut. “Bahkan Pemprov Sulbar kembali memprogramkan 500 ribu bibit durian Musang King pada 2025, agar benar-benar meluas hingga ke semua kabupaten di Sulbar,” kata dia.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri itu menjelaskan, bila program tersebut terlaksana dengan baik, maka Sulbar akan memiliki 5 ribu hektar perkebunan Durian Musang King, dan mengalahkan negara China yang hanya memprogramkan 2 ribu hektar. “Setidaknya pada 4 tahun mendatang sebanyak, 10 triliun dana beredar di Sulbar hasil dari produksi Durian Musang King,” kata Bahtiar. “Tugas pemerintah adalah menambah produksi dan bibit unggul sesuai aspirasi serta kebutuhan masyarakat,” ucapnya menambahkan.
Erisusanto/Advertorial

Komentar Untuk Berita Ini (0)
Posting komentar