Majene

Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:41

Launching Program "Pas To Mas" di Majene/Sulbarkita.com-Ashari

Majene, Sulbarkita.com -- Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Majene terus berupaya meningkatkan kreativitas para Narapidana (Napi). Salah satu caranya dengan mengasah keterampilan Napi dalam menciptakan karya seni yang bernilai ekonomis. Yakni melalui program “Pas to Mas” atau Lapas ke Masyarakat.

Program ini merupakan salah satu inovasi terbaru dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Majene dengan memperkenalkan hasil kerajinan Napi di dalam Rumah Tahanan (Rutan) kepada Masyarakat luar.

Kepala Rutan Kelas IIB Majene, I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan bahwa program itu berawal dari pemikiran yang sederhana tentang adanya keinginan memperkenalakan pembinaan melalui karya para Napi di dalam Rutan.

“Sehingga pembinaan yang dilakukan dapat dirasakan oleh masyarakat. Ini penting untuk memberikan bukti bahwa seorang Napi tidak boleh di isolir atau dijauhkan,” ujar I Wayan Nurasta pada Launching program “Pas to Mas”, Kamis, 21 Maret 2019.

Sesuai dengan tema “Pas to Mas” yaitu pembinaan industri kreatif berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan. Program ini akan difokuskan pada pelatihan membuat berbagi kerajinan tangan berbahan alami, misalnya tutup saji, keranjang buah dan berbagai kerajinan lainnya yang berbahan utama dari lidi daun kelapa dan bahan alami lainnya.

Kepala Kantor Wilayah, Kementerian Hukum dan Ham Sulawesi Barat, Harun Sulianto mengapresiasi langkah Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Majene dengan membentuk program tersebut. Harun mengatakan program ini dapat memberdayakan masyarakat.

“Barang-barang yang secara ekonomi dianggap tidak berguna, namun karena ide kreatif ternyata bisa bernilai ekonomi dan ternyata bisa menghidupi warga binaan yang menghuni di sini. Saya kira untuk level kabupaten ini sudah cukup sejahtera bisa menghidupi kehidupan nya,” ujar Harun.

Selain itu, Harun mengatakan langkah itu dapat menjadi contoh Lapas atau Rutan lainnya di Indonesia. Dia berharap dengan pembinaan kreativitas itu, disiplin dan softskill para Napi bisa mandiri sehingga tidak mengulangi perbuatannya. “Baik itu selama ataupun sesudah menjalani hukuman,” kata Harun.

Launching “Pas to Mas” ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Majene, Fahmi Massiara. Disaksikan oleh bapak Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat, Harun Sulianto, Wakil Bupati Majene, Lukman serta unsur Muspida lainnya. Acara juga dirangkaikan dengan penandatangan Launching “Pas to Mas” di Lapangan Rutan Majene.

Muhammad Ashari



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas